.
Ramadhonal / si-simple.blogspot.com. Powered by Blogger.

Translate

Popular Posts

Blog Archive

Ramadhonal

Kebanyakan milyaner mendapat nilai B atau C di kampus. Mereka membangun kekayaan bukan dari IQ semata, melainkan kreativitas dan akal sehat

Ramadhonal

Konsentrasikan pikiran Anda pada sesuatu yang Anda lakukan Karena sinar matahari juga tidak dapat membakar sebelum difokuskan

Ramadhonal

Jangan mencari kawan yang membuat Anda merasa nyaman, tetapi carilah kawan yang memaksa Anda terus berkembang

Ramadhonal

Biasakanlah untuk berpikir bahwa sukses hanya tinggal selangkah lagi dan pasti akan diraih, niscaya masa depan yang cerah akan ada di depan Anda

Ramadhonal

Masa depan adalah milik mereka yang percaya pada indahnya mimpi-mimpi mereka

Saturday, March 30, 2013

Tips Membuat Tidur Sehat

Kurang tidur dan gaya hidup yang tidak sehat dapat merusak kesehatan tubuh Anda. Hal itu juga akan membuat Anda merasa tidak bersemangat dan malas sepanjang hari. Tidur higinis adalah faktor perilaku dan lingkungan yang mempengaruhi tidur Anda. Berikut adalah cara terbaik untuk membuat tidur Anda menjadi lebih sehat serta mengobati masalah gangguan tidur, seperti dilansir Boldsky.

1. Buatlah rutinitas tidur untuk memiliki tidur yang sehat. Tetap tidur dan bangun di waktu yang telah Anda tentukan untuk membantu menjaga kebiasaan tidur yang sehat. Hindari fleksibilitas karena mengarah ke waktu tidur yang tidak tepat. Pastikan Anda juga mendapat waktu tidur siang selama 30-45 menit ketika sedang bebas bekerja.

2. Tidur beberapa jam setelah makan malam. Jangan tidur ketika perut sedang kosong atau setelah makan! Makan malam sebaiknya dilakukan 2-3 jam sebelum waktu tidur. Pastikan Anda memilih makanan ringan yang mudah dicerna dan sehat untuk tubuh.

3. Membuat suasana tidur menjadi lebih tenang dengan membuat tubuh merasa lebih nyaman. Berikan tekanan ringan pada mata Anda dengan mengurangi cahaya di ruangan, tidak menonton TV atau bekerja dengan komputer atau laptop. Baca novel kesukaan Anda untuk bersantai dan membuat mood menjadi lebih tenang saat tidur. Bagi kebanyakan orang, gangguan tidur bisa dikendalikan dengan membaca novel sebelum tidur.

4. Mengurangi kebisingan di rumah. Suara bising membuat Anda sulit mendapatkan tidur yang baik. Semua orang perlu merasa lebih santai sebelum tidur.

5. Jangan mengonsumsi kafein 5-6 jam sebelum tidur. Kafein menyebabkan masalah tidur dan dapat membuat Anda terjaga selama 10-12 jam.

6. Hindari minum cairan seperti jus atau air yang berlebihan sebelum tidur. Kebiasaan itu bisa membuat Anda sering buang air kecil di malam hari yang dapat mengganggu tidur Anda.

7. Untuk mengobati gangguan tidur, jangan mengonsumsi alkohol sebelum tidur. Banyak orang berpikir bahwa alkohol dapat membantu tidur jadi lebih mudah. Namun gara-gara alkohol, kualitas dan kuantitas tidur Anda justru dapat berkurang. Jangan pula merokok sebelum tidur karena nikotin dalam tembakau menyebabkan masalah tidur.

8. Cobalah untuk melakukan beberapa latihan pernapasan atau yoga sebelum tidur. Latihan ini dapat melemaskan otot-otot, tubuh dan pikiran untuk mendapatkan tidur yang sehat dan menyembuhkan gangguan tidur.

Inilah delapan cara untuk membuat tidur Anda menjadi lebih sehat serta mengobati masalah gangguan tidur. Ingat, kurang tidur bisa menyebabkan banyak masalah, terutama kehilangan fokus dan tidak berenergi.

Dampak Begadang Terhadap Karir

Para ahli di bidang kesehatan sering menyarankan agar kita tidur cepat dan bangun di pagi hari. Namun siapa sangka, penelitian terbaru justru menyebutkan orang-orang yang begadang atau kerap lembur dan kerja sampai tengah malam mampu menghasilkan lebih banyak uang. Peneliti dari University of Madrid tepatnya melakukan tes pada 1.000 remaja. Mereka semua yang cenderung suka terjaga sampai tengah malam ternyata menunjukkan tingkat intelegensi yang berkaitan dengan karir cemerlang dan gaji tinggi. Sementara itu, remaja yang termasuk rajin bangun pagi memang bisa mendapatkan hasil ujian yang memuaskan dibanding mereka yang suka begadang. Peneliti kemudian menganalisis kebiasaan pola tidur remaja, yaitu apakah mereka suka terjaga sampai tengah malam dan bangun kesiangan atau tidur cepat dan sudah membuka mata di pagi buta. Performa di sekolah dan cara remaja menyelesaikan masalahnya juga diperiksa. Kemudian nilai akademik di mata pelajaran utama pun ikut dianalisis. Hasilnya, remaja yang suka begadang dinilai lebih pintar di bidang penalaran yang dikaitkan dengan kepintaran umum dan indikator performa akademik yang baik. Mereka juga memiliki kemampuan yang besar untuk berpikir secara konseptual maupun analitis. Dengan kata lain, remaja yang suka begadang memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk berpikir secara inovatif, mendapatkan pekerjaan yang bergengsi, dan menerima gaji tinggi. Orang-orang terkenal yang termasuk hobi begadang adalah Barrack Obama, Charles Darwin, dan Elvis Presley. Sementara George W Bush yang selalu tidur jam 10 malam, Thomas Edison yang bangun jam setengah lima pagi, serta Ernest Hemingway, termasuk para morning person. "Evening person atau mereka yang suka begadang termasuk orang yang terbuka, seperti para artis, seniman, penemu. Sementara morning person adalah tipe pengikut, sering dilihat pada pegawai negeri atau akuntan," tutur Jim Horne dari Loughborough University, seperti yang dikutip Daily Mail. Sebelumnya, US Air Force juga melakukan penelitian dan menemukan bahwa evening person lebih tangkas dalam berpikir dan menyelesaikan masalah daripada morning person.

5 Mitos Tentang Wanita

1. Banyak Orang yang percaya bahwa wanita tidak bisa hamil selama masa menstruasi
mereka. Namun ternyata pernyataan itu hanya mitos belaka. Selain masalah kehamilan dan menstruasi, sebenarnya ada beberapa mitos lain tentang wanita. Mau tahu? Simak penjelasan selengkapnya tentang mitos di balik tubuh wanita seperti yang dilansir dari Live Science berikut ini.

2. Dokter bisa tahu wanita masih perawan atau tidak

Meskipun menggunakan kaca pembesar pun, dokter sebenarnya tidak bisa menentukan secara akurat apakah seorang wanita masih perawan atau tidak. Hal itu sudah dibuktikan melalui penelitian. Sebab robeknya selaput dara bukan satu-satunya ciri bahwa wanita sudah kehilangan keperawanan.
"Beberapa orang berpikir wanita yang selaput daranya robek sudah tidak perawan, padahal belum tentu," terang Dr Rachel Vreeman dari Indiana University.

3. Antibiotik melemahkan fungsi pil KB

"Banyak ahli kesehatan yang percaya akan hal ini," tutur Caroll, wakil kepala penulis penelitian dari Indiana University. "Pil KB memang punya tingkat kegagalan satu persen dalam mencegah kehamilan. Tetapi efeknya tidak berubah meski seorang wanita mengonsumsi banyak antibiotik." Namun rifampin mungkin menjadi salah satu pengecualian. Antibiotik untuk penderita tuberkulosis tersebut memang bersifat menurunkan fungsi hormon perlindungan pencegah kehamilan yang diaktifkan pil KB.

4. Pria dan wanita butuh jam tidur sama

Kurang tidur benar-benar tidak baik bagi kesehatan wanita. Sebab kurang tidur membuat akan meningkatkan kadar insulin dan risiko inflamasi bagi mereka. Hal itu dibuktikan dalam penelitian dari Duke University. Sementara itu, penelitian lain dari University of Warwick juga menunjukkan fakta bahwa wanita yang tidur kurang dari lima jam sehari berisiko dua kali lebih besar terkena hipertensi. Sementara bagi pria, tidak ada hubungan antara kondisi kesehatan dengan jatah tidur mereka.

5. Menoupause mematikan gairah seksual

Perubahan usia tidak sepenuhnya mempengaruhi gairah di atas ranjang. Sebab sebuah penelitian membuktikan bahwa kebiasaan seksual tidak banyak berubah meski sebagian besar wanita sudah mengalami menopause. Beberapa di antara wanita dalam penelitian tersebut bahkan mengaku masih bercinta beberapa kali dalam sebulan. Meskipun demikian, mungkin wanita menopause sedikit tidak nyaman jika harus bercinta dengan stamina yang tidak seaktif dulu. Menopause memang mempengaruhi suasana hati, tetapi tidak ada efek apa-apa pada gairah seksual.

Tes Nafas Untuk Mengetahui Penyebab Kegemukan

http://klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2013/03/27/169042/540x270/tes-napas-ungkapkan-penyebab-kegemukan.jpg 
Sudah mencoba segala cara untuk berdiet, namun masih tetap bertambah gemuk? Mungkin mikroba dalam tubuh Anda penyebabnya. Peneliti menemukan bahwa mikroba yang hidup dalam tubuh seseorang bisa menjadi faktor bertambahnya berat badan. Peneliti kini juga telah mengembangkan tes napas untuk melihat apakah tubuh Anda dipenuhi bakteri penyebab bertambahnya kalori. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa tubuh manusia dipenuhi oleh mikroba yang membantu proses pencernaan. Mereka juga menemukan bahwa beberapa jenis mikroba yang tinggal di usus berperan penting untuk menentukan berapa banyak nutrisi yang didapat dari makanan. Dr Ruchi Mathur dan koleganya di Cedars-Sinai MEdical CEnter, Los Angeles, menemukan bakteri Methanbrevibacter smithii atau M. Smithii. Bakteri ini bertanggung jawab memproduksi gas tanpa bau yang mengandung metana. Orang yang memproduksi gas, baik metana atau lainnya, lebih banyak biasanya akan lebih mudah gemuk. Hal ini bisa ditengarai dengan melakukan uji napas. Mereka yang memiliki gas lebih banyak biasanya lebih gemuk dan memiliki lemak yang lebih banyak dibandingkan orang yang napasnya hanya mengandung sedikit metana. "Ini adalah penelitian pertama dalam skala manusia yang bisa menemukan kaitan antara produksi gas dalam tubuh dan berat badan," ungkap Mathur, seperti dilansir oleh NBC News (26/03). Hasil ini ditemukan tim setelah mengamati 792 partisipan.Mereka membagi partisipan dalam empat kelompok, yaitu orang dengan kadar gas normal, mereka yang memiliki gas metana lebih tinggi, orang yang memiliki gas hidrogen lebih tinggi, serta orang yang memiliki gas metana dan hidrogen tinggi. Orang yang ada di kelompok terakhir diketahui memiliki BMI yang paling tinggi dibandingkan dengan kelompok lain. Mereka juga memiliki jumlah lemak yang lebih banyak. Orang yang napasnya mengandung lebih banyak metana memiliki kelebihan berat badan. Peneliti masih elum yakin apakah metana yang dihasilkan M. Smithii merupakan penyebab obesitas. Namun kemungkinan besar metana yang diproduksi bisa menurunkan efektivitas metabolisme dan membuat seseorang menyerap lebih banyak kalori. Saat ini peneliti mencoba mencari kemungkinan untuk mengurangi jumlah M. Smithii pada manusia agar mereka lebih mudah menurunkan berat badan. Namun tentu saja hal itu tak bisa dilakukan mengingat bakteri dalam tubuh memiliki perannya masing-masing. Menghilangkan salah satunya bisa menghilangkan keseimbangan dan menyebabkan sakit pada lambung, infeksi, atau penyakit lainnya.

Efek Kekurangan Air Liur

Dalam sehari, manusia bisa menghasilkan air liur sebanyak 44 ons. Anda mungkin kaget mengetahui fakta ini. Hal ini biasa karena kebanyakan orang tak pernah memperhatikan air liur. Meski begitu, jangan kira air liur tak memiliki manfaat. Manusia justru akan susah jika tubuh mereka tak menghasilkan air liur. Berdasarkan penelitian, satu dari lima orang di Amerika Utara mengalami kekurangan air liur. Hal ini bisa mempengaruhi kualitas hidup mereka. Kekurangan air mulut, atau disebut juga mulut kering (atau xerostomia dalam bahasa kedokteran) bisa menjangkiti siapa saja. Meski begitu, penyakit ini cenderung lebih banyak menyerang wanita dari pada pria. Seseorang bisa mengalami kekurangan air liur dalam tahap ringan, hingga tahap parah. Kekurangan air liur bisa menyebabkan beberapa hal berikut ini, seperti dilansir oleh Third Age (26/03).
  1. Kesulitan menelan atau mengunyah makanan. Pada akhirnya akan membuat seseorang kekurangan gizi atau nutrisi.
  2. Kesulitan mengecap rasa makanan. Dengan kata lain kemampuan seseorang untuk bisa merasakan makanan akan sangat berkurang.
  3. Kesulitan berbicara.
  4. Bau napas tak sedap atau halitosis. Hal ini tentunya sangat mempengaruhi kehidupan sosial orang tersebut.
  5. Iritasi atau kerusakan jaringan pada mulut.
  6. Infeksi.
  7. Kerusakan gigi. Orang yang mengalami mulut kering lebih berisiko mengalami kerusakan gigi.
  8. Penyakit gusi.
Biasanya masalah mulut kering ini disebabkan oleh faktor usia. Semakin tua seseorang maka semakin tinggi pula kemungkinan untuk mengalami mulut kering. meski begitu, beberapa penyakit seperti diabetes atau Parkinson juga bisa menyebabkan penyakit ini.

Bimbingan Dan Konseling

A. Pengertian Bimbingan Konseling
Abu Ahmadi (1991: 1), bahwa bimbingan adalah bantuan yang diberikan kepada individu (peserta didik) agar dengan potensi yang dimiliki mampu mengembangkan diri secara optimal dengan jalan memahami diri, memahami lingkungan, mengatasi hambatan guna menentukan rencana masa depan yang lebih baik. 

Prayitno dan Erman Amti (2004: 99), Bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seseorang atau beberapa orang individu, baik anak-anak, remaja, atau orang dewasa; agar orang yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri dengan memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan dapat dikembangkan berdasarkan norma-norma yang berlaku.

Bimo Walgito (2004: 4-5), mendefinisikan bahwa bimbingan adalah bantuan atau pertolongan yang diberikan kepada individu atau sekumpulan individu dalam menghindari atau mengatasi kesulitan-kesulitan hidupnya, agar individu dapat mencapai kesejahteraan dalam kehidupannya. 

Chiskolm dalam McDaniel, dalam Prayitno dan Erman Amti (1994: 94), mengungkapkan bahwa bimbingan diadakan dalam rangka membantu setiap individu untuk lebih mengenali berbagai informasi tentang dirinya sendiri. 

sedangkan pengertian konseling adalah hubungan pribadi yang dilakukan secara tatap muka antara dua orang dalam mana konselor melalui hubungan itu dengan kemampuan-kemampuan khusus yang dimilikinya, menyediakan situasi belajar. Dalam hal ini konseli dibantu untuk memahami diri sendiri, keadaannya sekarang, dan kemungkinan keadaannya masa depan yang dapat ia ciptakan dengan menggunakan potensi yang dimilikinya, demi untuk kesejahteraan pribadi maupun masyarakat. Lebih lanjut konseli dapat belajar bagaimana memecahkan masalah-masalah dan menemukan kebutuhan-kebutuhan yang akan datang. (Tolbert, dalam Prayitno 2004 : 101).

Jones (Insano, 2004 : 11) menyebutkan bahwa konseling merupakan suatu hubungan profesional antara seorang konselor yang terlatih dengan klien. Hubungan ini biasanya bersifat individual atau seorang-seorang, meskipun kadang-kadang melibatkan lebih dari dua orang dan dirancang untuk membantu klien memahami dan memperjelas pandangan terhadap ruang lingkup hidupnya, sehingga dapat membuat pilihan yang bermakna bagi dirinya.

Berdasarkan beberapa pengertian diatas dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa Bimbingan konseling merupakan  bantuan yang diberikan oleh konselor kepada konsli yang dilakukan melalui beberapa tahapan /pertemuan untuk mengatasi masalah yang dialami oleh konseli dan dengan harapan konseli mampu mengenal dan memahami potensi, lingkungan, maupun hambatan yang ada didalam dirinya dengan tujuan agar konsli mampu memperbaiki dan mengembangkan hal tersebut dimasa mendatang (Ramadhonal)

1. Tujuan Bimbingan
Tujuan pemberian layanan bimbingan adalah agar individu dapat
  1.  merencanakan kegiatan dalam menyelesaikan studi, perkembangan karier dan kehidupannya di masa datang
  2. mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimilikinya seoptimal mungkin
  3. menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan, lingkungan masyarakat, serta lingkungan kerjanya
  4. mengatasi hambatan serta kesulitan yang dihadapi dalam studi, penyesuaian dengan lingkungan pendidikan, masyarakat, ataupun lingkungan kerja. 
2. Fungsi Bimbingan
Ada beberapa fungsi bimbingan yang dikemukakan oleh Aquino dan Alviar (Setiawati dan Chudari, 2005:20) yaitu pencegahan (preventif), perbaikan (kuratif), pengembangan (development), dan pemahaman (informatif).

Penjabaran keempat fungsi tersebut:
  1. Fungsi pemahaman, yaitu fungsi bimbingan yang akan menghasilkan pemahaman tentang sesuatu oleh pihak tertentu sesuai dengan kepentingan perkembangan murid.
  2. Fungsi preventif, yaitu bantuan yang diberikan untuk meminimalisasi berbagai masalah yang dapat menghambat perkembangannya.
  3. Fungsi pengembangan, yaitu bantuan yang diberikan untuk mengembangkan potensi yang ada di dirinya.
  4. Fungsi perbaikan, yaitu bantuan yang diberikan agar siswa-siswa dapat mengatasi masalah yang dihadapi oleh dirinya.
Adapun fungsi bimbingan yang saya temukan di sumber buku lain yaitu fungsi advokasi, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memperoleh pembelaan atas hak dan atau kepentingannya yang kurang mendapat perhatian.

3. Pendekatan Dalam Bimbingan
terdapat empat pendekatan dapat dirumuskan sebagai pendekatan dalam bimbingan, yaitu pendekatan krisis, remedial, preventif, perkembangan.
  1. pendekatan krisis Pembimbing menunggu munculnya suatu krisis dan dia bertindak membantu seseorang yang menghadapi krisis itu. Contoh : Seorang anak datang mengadu kepada guru sambil menangis karena didorong temannya sehingga tersungkur ke lantai. Pembimbing yang menggunakan pendekatan krisis akan meminta anak itu membicarakan penyelesaian masalahnya dengan teman yang mendorong dia ke lantai. Bahkan mungkin pembimbing atau guru tersebut memanggil teman anak itu untuk datang ke kantornya untuk membicarakan penyelesaian masalah itu.
  2. pendekatan remedial, guru akan memfokuskan bantuannya kepada upaya menyembuhkan atau memperbaiki kelemahan-kelemahan yang tampak. Tujuan bantuan dari pendekatan ini ialah menghindarkan terjadinya krisis yang mungkin terjadi. Berbagai strategi bisa digunakan, seperti mengajarkan kepada siswa keterampilan tertentu seperti keterampilan belajar (membaca, merangkum, menyimak, dll) , keterampilan sosial dan sejenisnya yang belum dimiliki siswa sebelumnya. Dalam contoh kasus di atas, dengan menggunakan pendekatan remedial, guru dapat mengambil tindakan mengajarkan keterampilan berdamai sehingga siswa tadi memiliki keterampilan untuk mengatasi masalah-masalah hubungan antar pribadi. Keterampilan berdamai adalah keterampilan yang selama ini belum dimiliki kedua siswa tersebut dan merupakan kelemahan yang bisa memunculkan krisis itu 
  3. Pendekatan preventif mencoba mengantisipasi masalah-masalah generik dan mencegah terjadinya masalah itu. Masalah-masalah yang dimaksud seperti putus sekolah, berkelahi, kenakalan, merokok dan sejenisnya yang secara potensial masalah itu dapat terjadi pada siswa secara umum. Model preventif ini, didasarkan kepada pemikiran bahwa jika guru atau pembimbing dapat mendidik siswa untuk menyadari bahaya dari berbagai kegiatan dan menguasai metode untuk menghindari terjadinya masalah itu, maka pembimbing akan dapat mencegah siswa dari perbuatan-perbuatan yang membahayakan tersebut. Berbagai teknik dapat digunakan dalam pendekatan ini termasuk mengajar dan memberikan informasi. Dalam contoh kasus di atas, jika guru menggunakan pendekatan preventif dia akan mengajari siswa untuk bersikap toleran dan memahami orang lain sehingga dapat mencegah munculnya perilaku agresif, tanpa menunggu munculnya krisis terlebih dahulu. 
  4. Pendekatan perkembangan merupakan pendekatan yang lebih mutakhir dan lebih proaktif dibandingkan dengan ketiga pendekatan sebelumnya. Pembimbingan yang menggunakan pendekatan ini beranjak dari pemahaman tentang keterampilan dan pengalaman khusus yang dibutuhkan siswa untuk mencapai keberhasilan di sekolah dan di dalam kehidupan.
Visi bimbingan perkembangan bersifat edukatif, pengembangan dan outreach. Edukatif karena titik berat layanan bimbingan perkembangan ditekankan pada pencegahan dan pengembangan bukan korektif atau terapeutik, walaupun layanan tersebut juga tidak diabaikan. Pengembangan karena titik sentral sasaran bimbingan perkembangan adalah perkembangan optimal seluruh aspek kepribadian individu dengan strategi/upaya pokoknya memberikan kemudahan perkembangan melalui perekayasaan lingkungan perkembangan. Outreach karena target populasi layanan perkembangan tidak terbatas pada individu yang bermasalah, tetapi semua individu berkenaan dengan semua aspek kepribadiannya dalam semua konteks kehidupan (masalah, target intervensi, setting, metode, dan lama waktu layanan). ‘Teknik bimbingan yang digunakan meliputi teknik-teknik pembelajaran, pertukaran informasi, bermain peran, tutorial dan konseling’ (Muro and Kottman, 1995:5). (Nurihsan, 2006:7)

4. Prinsip-Prinsip Bimbingan
Dalam pelaksanaan kegiatan bimbingan, perlu memperhatikan beberapa prinsip. Menurut Prayitno (Setiawati dan Chudari, 2005:17) pelaksanaan bimbingan berkaitan dengan sasaran layanan, permasalahan individu, program layanan, tujuan dan pelaksanaan. Prinsip bimbingan yang berkaitan dengan sasaran layanan diantaranya bimbingan harus melayani semua individu tanpa memandang perbedaan yang ada. Kesenjangan sosial, ekonomi dan kebudayaan merupakan faktor yang dapat menimbulkan masalah pada individu oleh karena itu program bimbingan harus fleksibel dan disesuaikan dengan masalah yang dihadapi individu. Tujuan dan pelaksanaan layanan diharapkan berdampak positif pada pengemabangan individu agar dapat mandiri.

 5. Azas-Azas Bimbingan
  1. Rahasia, guru harus merahasiakan data dan keterangan yang diterima.
  2. Sukarela, mengehendaki adanya kesukarelaan anak untuk mengikuti kegiatan bimbingan.
  3. Keterbukaan, mengehndaki agar murid-murid terbuka dan tidak berpura-pura dala memberikan keterangan.
  4. Kegiatan, menghendaki murid-murid agar aktif dalam pelayanan bimbingan.
  5. Kemandirian, menunjuk kepada tujuan bimbingan agar murid-murid menjadi mandiri dalam memecahkan masalahnya.
  6. Terkini, menghendaki agar masalah yang dihadapi adalah masalah terbaru.
  7. Dinamis, menghendaki agar bimbingan dan konseling terus dilakukan dari waktu ke waktu.
  8. Terpadu, mengehendaki agar kegiatan yang dilakukan oleh guru ataupun pihak lain saling berhubungan.
  9. Harmonis, menghendaki agar layanan dan bimbingan BK tidak bertentangan dengan norma yang ada.
  10. Ahli, menghendaki agar kegiatan BK dilakukan oleh profesional.
  11. Alih tangan kasus, menghendaki agar pihak yang tidak mampu menyelesaikan masalah murid secara tuntas agar mengalihtangankan kasus kepada yang lebih ahli.
  12. Tut wuri handayani, menghendaki layanan BK dapat membangun suasana pengayoman, keteladanan dan dorongan.
B. Konsep Konseling
 1. Pengertian Konseling
Menurut Shertzer dan Stone  (Nurihsan, 2006:10), “Counseling is an interaction process which facilitates meaningful understanding of self and environment and result in the establisment and/or clarification of goals and values of future behaviour.”

Konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal dalam bidang pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kegiatan belajar dan perencanaan karir melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung berdasarkan norma-norma yang berlaku.

2.Tujuan Konseling
Dari seluruh pengertian konseling yang ada, Shertzer dan Stone (Nurihsan, 2006:12) mengemukakan tujuan konseling pada umumnya dan di sekolah pada khususnya;
  1. Mangadakan perubahan perilaku pada diri klien sehingga memungkinkan hidupnya lebih produktif dan memuaskan. Konseling diharapkan dapat membantu siswa menjadi lebih matang dan mengaktualisasikan dirinya dan dapat memanfaatkan potensi di dalam dirinya.
  2. Memelihara dan mencapai kesehatan mental yang positif.  Konseling diharapkan dapat dapat menumbuhkan tanggung jawab dan mandiri.
  3. Penyelesaian masalah. Siswa yang datang kepada konselor biasanya tidak dapat menyelesaikan masalahnya sendiri sehingga diharapkan konselor dapat membantu menyelesaikan masalahnya.
  4. Mencapai keefektivan pribadi. Blocher (dalam Nurihsan, 2006:12) mengatakan bahwa pribadi yang efektif adalah pribadi yang sanggup memperhitungkan diri, waktu, dan tenaganya serta bersedia memikul resiko ekonomis, psikologis dan fisik.
  5. Mendorong individu mampu mengambil keputusan yang penting bagi dirinya. Disini jelas bahwa konselor tidak memutuskan masalah yang dihadapi klien, namun tugas konselor hanyalah mengarahkan klien untuk dapat mengambil keputusan dalam menyelesaikan masalah pribadinya.
3. Ragam Pelayanan Bimbingan Menurut Masalah
Dilihat dari masalah, ada empat jenis bimbingan sebagaimana dikemukakan oleh Nurihsan (2006:15), yaitu (1) bimbingan akademik, (2) bimbingan sosial pribadi, (3) bimbingan karier, (4) bimbingan keluarga.
  1. Bimbingan akademik, yaitu bimbingan yang diarahkan untuk membantu para individu dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah-masalah akademik. Adapun yang termasuk dalam masalah akademik diantaranya pengenalan kurikulum,  pemilihan jurusan, cara belajar, penyelesaian tugas dan latihan, dan lain-lain.
  2. Bimbingan sosial pribadi, yaitu bimbingan untuk membantu para individu dalam menyelesaikan masalah-masalah sosial pribadi.adapun yang termasuk masalah sosial pribadi adalah hubungan dengan sesama teman, pemahaman sifat dan kemampuan diri, dan alin-lain.
  3. Bimbingan karier, yaitu bimbingan untuk membantu individu dalam mengenal dan memahami dirinya, mengenal dunia kerjanya, dan mengembangkan masa depannya yang sesuai dengan bentuk kehidupan yang diharapkan.
  4. Bimbingan keluarga, yaitu upaya pemberian bantuan kepada individu sebagai pemimpin/anggota keluarga agar mereka mampu menciptakan keluarga yang utuh dan harmonis, memberdayakan diri secara produktif, dapat menciptakan dan menyesuaikan diri dengan norma keluarga, serta berperan/berpartisipasi aktif dalam mencapai kehidupan keluarga yang bahagia.
4. Jenis, Teknik/Strategi Bimbingan
    a. Jenis Layanan Bimbingan
  1. Layanan dasar bimbingan, yaitu layanan umum yang diperuntukan bagi semua murid. Layanan terarah kepada pengembangan perilaku atau kompetensi yang harus dikuasai murid dengan tugas perkembangannya.
  2. Layanan responsif, yaitu layanan yang diarahkan untuk membantu siswa mengatasi masalah-masalah yang dihadapi pada saat itu. Oleh karena it, layanan responsif akan mengandung layanan yang bersifat penanganan krisis, remedial dan preventif.
  3. Layanan perencanaan individual, yaitu layanan yang dimaksudkan untuk membantu murid mengembangkan dan mengimplementasikan rencana pendidikan, karir dan pribadi.
  4. Komponen dukungan sistem, yaitu komponen yang berkaitan dengan aspek manajerial yang mencakup antara lain pengembangan program, pengembangan staf, alokasi da fasilitas, kerja sama dengan orang tua dan sumber lainnya, riset dan pengembangan. 
    b. Teknik/Strategi Bimbingan
Menurut Nurihsan (2006:22), “konseling merupakan bantuan yang bersifat terapeutik yang diarahkan untuk mengubah sikap dan perilaku individu. Konseling dilaksanakan melalui wawancara (konseling) langsung dengan individu.” Dalam konseling harus terjadi hubungan yang harmonis antara klien dan konselor. Dengan terciptanya hubungan tersebut diharapkan individu mudah diarahkan dalam membuat keputusan guna memecahkan masalah yang dihadapinya. 

Nasihat
Nasihat merupakan salah satu teknik bimbingan yang dpat diberikan oleh konselor maupun pembimbing. Berikut hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemberian nasihat menurut Nurihsan (2006:23):
  • berdasarkan masalah atau kesulitan yang dihadapi oleh klien (individu)
  • diawali dengan menghimpun data yang berkaitan dengan masalah yang dihadapi,
  • nasihat yang diberikan bersifat alternatif yang dapat dipilih oleh individu, disertai kemungkinan keberhasilan dan kegagalan,
  • penentuan keputusan diserahkan kepada individu, alternatif mana yang akan diambil
  • hendaknya individu mau dan mampu mem-pertanggungjawabkan keputusan yang diambilnya.
Bimbingan kelompok
Merupakan bantuan yang diberikan terhadap individu yang dilakukan dalam situasi kelompok. Bagian kelompok dapat dilaksanakan oleh 2-6 orang (kelompok kecil), 7-12 orang (kelompok sedang), dan 13-20 orang (kelompok besar), serta 20-40 orang (kelas). Pemberian informasi ini banyak menggunakan alat-alat dan media pendidikan seperti OHP, infocus, buletin, brosur, majalah, dan lain-lain. Serta pada umumnya menggunakan aktivitas kelompok seperti diskusi, sosiodrama, bermain peran, simulasi, dan lain-lain.

Konseling kelompok
“Konseling kelompok merupakan bantuan kepada individu dalam situasi kelompok yang bersifat pencegahan dan penyembuhan, serta diarahkan pada pemberian kemudahan dalam perkembangan dan pertumbuhannya.” (Nurihsan, 2006:24). Konseling kelompok merupakan suatu proses yang melibatkan fungsi-fungsi terapi (saling mempercayai, saling memperlakukan dengan hangat, saling pengertian, saling menerima dan saling mendukung).

Belajar bernuansa bimbingan
Individu akan lebih berhasil dalam belajar apabila guru/dosen memberikan bimbingan pada saat pembelajaran. Secara umum, bimbingan yang dapat diberikan guru/dosen saat mengajar adalah
  • mengenal dan memahami individu secara mendalam
  • memberikan perlakuan dengan memerhatikan perbedaan individual
  • memperlakukan individu secara manusiawi
  • memberi kemudahan untuk mengembangkan diri secara optimal
  • menciptakan suasana kelas yang menyenangkan”. (Nurihsan, 2006: 25)

Nurihsan, A. J., (2005). Strtegi Layanan Bimbingan & Konseling. Bandung: PT.    Refika Aditama
Nurihsan, A.J., (2006). Bimbingan & Konseling dalam Berbagai Ltar Kehidupan. 
                 Bandung: PT. Refika Aditama
Setiwati. (2009). Bimbingan dan Konseling. Bandung: UPI Press

Sumber : http://riskawidia.wordpress.com/2012/01/03/19/


 

Friday, March 29, 2013

Instagram 2013


ShutterGuides, 'Instagram' versi 2013?  
 
Sebagian dari kita tentu sudah mengenal Instagram. Kini jejaring sosial tersebut mulai mendapatkan saingan berupa jejaring sosial baru bernama ShutterGuides. Instagram sendiri adalah sebuah jejaring sosial yang penggunanya dapat mengunggah foto dan membagikannya ke berbagai jejaring sosial lainnya. Hal tersebut menginspirasi terciptanya startup baru yang dinamakan ShutterGuides. Memang apa yang ditawarkan Instagram dan ShutterGuides hampir sama, namun yang membedakan antara ShutterGuides dengan Instagram adalah pengguna ShutterGuides hanya berbagi foto tempat-tempat dengan panorama indah yang tersebar di seluruh dunia. Hal itu sesuai dengan jargon yang disematkan oleh ShutterGuides yaitu ShutterGuides is the best way to share and discover awesome new photography spots around the world. Yang mana artinya adalah ShutterGuides adalah cara terbaik untuk berbagi dan menjelajahi spot fotografi mengagumkan di seluruh dunia. Penggunaan jejaring sosial ini pun terbilang cukup mudah. Anda tinggal menekan menu get started now dan mengisi kolom nama, password, kemudian menekan tombol join now. Atau Anda bisa melakukan registrasi langsung melalui akun Facebook Anda. Setelah berhasil melakukan registrasi, maka akan ada perintah untuk membuat tautan antara akun Anda dengan akun aplikasi foto seperti Flickr, Picasa, atau Google+. Setelah itu Anda tinggal menekan tombol start creating guide. Dan Anda pun dapat menikmati fasilitas berbagi foto-foto tempat menarik yang Anda punya dan juga menikmati foto dari pengguna lain dari seluruh dunia. ShutterGuides layak menjadi salah satu jejaring sosial yang harus Anda miliki. Jejaring sosial ini juga akan membantu Anda untuk berbagi dan mengetahui tempat-tempat indah di seluruh dunia. Terutama bagi Anda yang berjiwa traveller.

Kamera Terbaru Tanpa Batere

http://klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2013/03/28/169652/540x270/kamera-ini-bisa-beroprasi-tanpa-baterai.jpg 
Pada umumnya, setiap kamera membutuhkan daya dari baterai untuk menjalankan fungsinya sebagai alat pengambil gambar. Tetapi hal tersebut tidak berlaku untuk kamera yang satu ini. Ketergantungan kamera pada daya baterai terkadang menimbulkan masalah ketika penggunanya sedang menggunakan perangkat tersebut dan kehabisan daya baterai pada saat di luar ruangan. Hal inilah yang menginspirasi terciptanya perangkat kamera bernama Sun and Cloud. Dikutip dari Ubergizmo (27/03), Sun and Cloud merupakan kamera yang tidak hanya bergantung pada daya baterai. Kamera ini juga dapat berfungsi dengan menggunakan tenaga mekanis. Kamera ini menyediakan alat berupa tuas yang bisa Anda putar untuk menghasilkan sumber daya bagi kamera tersebut. Selain tambahan tuas putar tersebut, kamera ini juga dilengkapi dengan baterai guna mengantisipasi pengguna yang terlalu malas untuk memutar tuas nya. Sun and Cloud sendiri dilengkapi dengan lensa 3 MP yang disertai beberapa filter efek foto. Mungkin kamera ini bukan kamera yang praktis dan dapat digunakan dengan mudah. Kamera ini juga tidak akan menghasilkan gambar sebagus kamera DLSR. Tetapi Sun and Cloud menjadi pilihan terbaik bagi Anda penggemar lomografi dan penyuka hal non konvensional. Sun and Cloud bisa dibeli dengan harga USD 199 atau setara Rp 1,9 juta. 

Sumber :merdeka.com

Banyak Vaksin Bukan Penyebab Autis

Banyak isu berkembang jika vaksin menyebabkan autis. Sehingga banyak orangtua yang enggan jika anaknya diimunisasi. Meskipun kekhawatiran beberapa orang tua bahwa anak-anak mereka menerima vaksin terlalu banyak dan cepat, sebuah studi baru menemukan jika vaksin tidak meningkatkan risiko autisme.

Dalam enam bulan pertama kehidupan, anak-anak menerima dosis vaksin sebanyak 19 dari enam vaksin yang berbeda, dan pada saat mereka berusia 6 tahun, total 25 dosis dari 10 vaksin. Dalam survei tahun 2011, sekitar sepertiga dari orang tua menyatakan keprihatinan bahwa anak mereka menerima vaksin terlalu banyak sebelum usia dua tahun, dan vaksin yang terlalu banyak pada satu hari.

Studi sebelumnya telah menemukan hubungan antara jumlah vaksin yang diterima anak dan risiko beberapa kondisi neurologis (meskipun studi ini tidak secara khusus mempertimbangkan autisme).

Studi baru melihat hubungan antara paparan antigen, protein dalam vaksin yang merangsang sistem kekebalan tubuh. Para peneliti melihat paparan kumulatif tiap anak terhadap antigen, zat dalam vaksin yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi antibodi yang dapat melawan penyakit. Serta jumlah maksimum antigen setiap anak diterima dalam satu hari dari vaksinasi.

Para peneliti menentukan jumlah antigen total dengan menambah jumlah antigen yang berbeda di semua vaksin. Setiap anak menerima dalam satu hari, serta semua vaksin setiap anak menerima sampai dengan usia 2 tahun.

Dr Frank DeStefano dan rekan-rekannya di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit dan Abt Associates, Inc menganalisis data dari 256 anak-anak autis dan 752 anak bukan penderita autis yang lahir pada 1994 sampai 1999.

Anak-anak dengan autis memiliki jumlah antigen seperti anak-anak tanpa autisme pada usia 3 bulan, 7 bulan dan 2 tahun. Juga tidak ada perbedaan antara dua kelompok tersebut dalam jumlah antigen yang diterima pada satu hari

"Kekhawatiran orang tua bahwa anak-anak mereka menerima vaksin terlalu banyak dalam dua tahun pertama kehidupan, atau vaksin terlalu banyak pada kunjungan dokter pertama kali tidak mendukung dalam peningkatan risiko autisme," kata peneliti, seperti yang dilansir Foxnews (29/3).

Anak-anak yang terkena banyak virus dan patogen lain merangsang sistem kekebalan tubuh mereka yang dilakukan oleh vaksin. Dan itu sudah diperkirakan bahwa anak-anak secara teoritis bisa menerima ribuan vaksin sekaligus.

Ternyata vaksin bukan penyebab anak menjadi autis. Jadi jangan ragu untuk memberi imunisasi pada buah hati Anda.

Thursday, March 28, 2013

Cara Untuk Menghilangkan Tanda Silang Pada Batere Laptop

berikut ini merupakan tips atau cara untuk mengatasi tanda silang (x) pada batere laptop. Kadang kala baterai laptop karena sudah lama dipakai, megalami kerusakan dan kadang di laptop kita menampilkan tanda silang (x) yang menunjukkan kerusakan pada laptop. Hal ini bisa saja disebabkan bahawa sistem windows kita tidak mengenal jelas kerja baterai kita. Cara menghilangkan tanda silang tersebut adalah dengan melakukan cara berikut ini :
  1. Cas baterai kita sampai penuh.
  2. Restart laptop kita dan masuk ke Safe Mode dengan menekan F8 (tekan aja berulang-ulang) tapi jangan dicabut cas baterainya terlebih dahulu.
  3. Setelah masuk ke Safe Mode, cabut cas baterai dan biarkan laptop apa adanya, jangan diganggu atau digunakan, tunggu laptop sampai mati karena baterai habis total, kira-kira waktunya 30-60 menit. Sistem windows akan mereset ulang dan mengetahui waktu tahan baterai,
  4. Setelah laptop mati, cas kembali dan hidupkan laptop, insya Allah tanda silang pada baterai sudah hilang dan tampilan baterai kembali normal.

Makanan Untuk Menjaga Kesehatan Ginjal

Walaupun ukurannya kecil, ginjal sangat berarti bagi kesehatan kita seperti menyaring darah, menghasilkan hormon, menjaga keseimbangan asam basa dan lainnya. Bagaimana cara menjaga kesehatan ginjal? Berikut 10 makanan yang baik untuk ginjal dilansir boldsky.

1. Bawang putih
Bawang putih merupakan makanan super yang memiliki anti-oksidan dan anti-pembekuan yang dapat mengurangi resiko penyakit jantung. Bawang putih juga mengurangi kadar kolesterol jahat dan peradangan dalam tubuh.

2. Berries
Berries seperti stroberi, cranberry, raspberry dan blueberry sangat ramah pada ginjal. Berries mengandung anti-inflamasi yang mengurangi peradangan dan meningkatkan fungsi kandung kemih.

3. Paprika merah
Orang dengan atau tanpa penyakit ginjal harus menyertakan paprika merah dalam makanan mereka. Paprika ini rendah kalium dan kaya akan vitamin (A, C dan B6), asam folat dan serat yang menjaga ginjal sehat dan juga mencegah beberapa jenis kanker.

4. Kecambah
Kecambah membersihkan ginjal dan mengurangi kemungkinan batu ginjal. Lebih baik dikonsumsi mentah daripada dimasak terlebih dahulu.

5. Kubis
Kubis meningkatkan fungsi ginjal dan sering digunakan sebagai obat alami untuk memperbaiki dan menyehatkan ginjal.

6. Apel
Anggur, ceri dan apel adalah buah-buahan yang sehat yang baik untuk detoksifikasi dan membersihkan ginjal. Anda harus rutin menyantap apel setiap harinya.

7. Minyak zaitun
Kita semua tahu bahwa minyak zaitun adalah salah satu minyak terbaik yang baik untuk jantung. Minyak zaitun mengandung anti-inflamasi asam lemak yang menurunkan oksidasi dan berkhasiat pada ginjal.

8. Bawang merah
Bawang dikonsumsi untuk menyembuhkan batu ginjal secara alami. Bawang merah berfungsi sebagai penawar racun dan membersihkan ginjal.

9. Ceri
Ceri kaya akan vitamin dan rendah protein. Jadi, ceri dianjurkan untuk mengurangi kadar kalium dalam tubuh dan meningkatkan kesehatan ginjal.

10. Ikan
Ikan banyak mengandung Omega-3 mengurangi peradangan dalam tubuh sehingga melindungi ginjal dari penyakit. Ikan salmon, mackerel, herring dan tuna merupakan jenis ikan sehat yang baik untuk ginjal.
Anda bisa mengonsumsi salah satu atau beberapa dari daftar makanan di atas demi kesehatan ginjal Anda. Sayangi ginjalmu untuk kesehatan yang lebih baik.

Tips Menjaga Kesehatan Tubuh Tanpa Olahraga




Menjaga metabolisme tubuh adalah suatu kewajiban untuk meningkatkan kesehatan Anda. Metabolisme adalah proses mengubah nutrisi makanan dan kalori menjadi energi yang dibutuhkan tiap manusia untuk beraktivitas. Menjaga metabolisme ternyata bukan cara yang sulit lho. Berikut cara mudah dan menyenangkan untuk meningkatkan metabolisme tubuh, dilansir ivillage (27/3).

1. Makan nanas
Nanas mengandung enzim bromelain yang bermanfaat untuk mengobati gangguan pencernaan. Enzim bromelain pada buah nanas juga dipercaya sangat baik untuk penderita batuk.

2. Konsumsi makanan organik
Makanan yang mengandung bahan kimia pestisida dapat mengurangi metabolisme tubuh. Sementara sayuran organik mengandung antioksidan hingga 50% lebih banyak dibanding makanan non-organik. Mengonsumsi makanan organik mengurangi risiko penyakit jantung, kanker secara signifikan.

3. Meditasi
Ternyata bahwa meditasi teratur dapat membantu meningkatkan metabolisme. Meditasi membantu Anda mengendalikan stres dengan baik yang kemudian meningkatkan metabolisme tubuh.

4. Minum Teh hijau
Bahan kimia yang ditemukan dalam teh hijau membantu mempercepat metabolisme dan mengurangi indeks massa tubuh. Sebagai manfaat tambahan, beberapa studi menunjukkan bahwa teh hijau menurunkan LDL (kolesterol jahat).

5. Mandi air dingin
Mandi air dingin akan meningkatkan sistem imun Anda karena sel-sel darah putih akan bertambah. Sel darah putih berfungsi untuk mempertahankan tubuh Anda terhadap infeksi, penyakit dan bahan-bahan asing.

6. Hindari koktail dan minuman alkohol
Minuman alkohol memiliki dampak yang mengerikan untuk masa depan Anda. Menghentikan konsumsi alkohol mulai dari sekarang adalah pilihan terbaik. Sebab dapat mengurangi risiko kanker serta penyakit lainnya. Tanpa alkohol, Anda akan menghemat uang dan membuat tidur lebih nyenyak.

7. Mencium jeruk dan peppermint
Jeruk dan peppermint akan merangsang sistem saraf yang pada gilirannya menaikkan metabolisme. Ternyata aroma mentega pada popcorn dan stroberi saat berolahraga akan membantu Anda membakar lebih banyak kalori juga.

8. Konsumsi makanan pedas
Makanan pedas bisa membuat Anda menangis, di samping itu makanan ini membakar kalori Anda. Karena makanan pedas meningkatkan denyut jantung, sehingga lebih banyak energi yang digunakan ketika dicerna. Artinya lebih banyak kalori terbakar.

9. Jangan duduk terus menerus
Salah satu penyebab terbesar obesitas adalah duduk di tempat kerja dalam jangka lama. Kabar baiknya adalah bahwa berdiri untuk waktu dapat membakar kalori, terlebih jika dilakukan selama satu tahun. Terlalu lama duduk juga tidak baik untuk kesehatan.

10. Banyak tertawa
Para peneliti memperkirakan bahwa tertawa 100 kali sama dengan mendayung selama 10 menit atau bersepeda selama 15 menit. Selain itu, tertawa dapat mengurangi stres dan meningkatkan metabolisme tubuh.

11. Minyak zaitun
Konsumsi satu sendok minyak zaitun setiap hari untuk meningkatkan metabolisme dengan mempercepat laju oksidasi lemak. Sifat antioksidan di dalamnya juga bagus untuk mengurangi peradangan di seluruh tubuh.

12. Sinar matahari
Menerima paparan sinar matahari selama lima menit sama dengan memberikan 400 unit vitamin D pada tubuh Anda. Selain itu dapat meningkatkan penyerapan kalsium di dalam tubuh.

Pengertian Pendekatan, Metode, Teknik, Model, dan Strategi Pembelajaran

PENDEKATAN  

Pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. Pendekatan yang berpusat pada guru menurunkan strategi pembelajaran langsung (direct instruction), pembelajaran deduktif atau pembelajaran ekspositori. Sedangkan, pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa menurunkan strategi pembelajaran discovery dan inkuiri serta strategi pembelajaran induktif  (Sanjaya,  2008:127). Sementara itu, Kemp (Wina Senjaya, 2008) mengemukakan bahwa Strategi Pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.

METODE
Metode merupakan jabaran dari pendekatan. Satu pendekatan dapat dijabarkan ke dalam berbagai metode. Metode  adalah prosedur pembelajaran yang difokuskan ke pencapaian tujuan. Teknik dan taktik mengajar merupakan penjabaran dari metode pembelajaran.
 
TEKNIK
Teknik adalah cara yang dilakukan dalam rangka mengimplementasikan suatu metode. Misalnya, cara yang bagaimana yang harus dilakukan agar metode ceramah yang dilakukan berjalan efektif dan efisien? Dengan demikian sebelum seorang melakukan proses ceramah sebaiknya memperhatikan kondisi dan situasi.

MODEL
Model pembelajaran adalah bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru di kelas. Dalam model pembelajaran terdapat strategi pencapaian kompetensi siswa dengan pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.Nah, berikut ini ulasan singkat tentang perbedaan istilah tersebut.

STRATEGI
Strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (J.R. David dalam  Sanjaya, 2008:126).  Selanjutnya dijelaskan strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien (Kemp dalam Sanjaya, 2008:126).  Istilah strategi sering digunakan dalam banyak konteks dengan makna yang selalu sama. Dalam konteks pengajaran strategi bisa diartikan sebagai suatu pola umum tindakan guru-peserta didik dalam manifestasi aktivitas pengajaran (Ahmad Rohani, 2004 : 32). Sementara itu, Joyce dan Weil lebih senang memakai istilah model-model mengajar daripada menggunakan strategi pengajaran (Joyce dan Weil  dalam Rohani, 2004:33.

Nana Sudjana menjelaskan bahwa strategi mengajar (pengajaran) adalah “taktik” yang digunakan guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar (pengajaran) agar dapat mempengaruhi para siswa (peserta didik) mencapai tujuan pengajaran secara lebih efektif dan efisien (Nana Sudjana dalam Rohani, 2004:34). Jadi menurut Nana Sudjana, strategi mengajar/pengajaran ada pada pelaksanaan, sebagai tindakan nyata atau perbuatan guru itu sendiri pada saat mengajar berdasarkan pada rambu-rambu dalam satuan pelajaran.  Berdasarkan pendapat di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa strategi pembelajaran harus mengandung penjelasan tentang metode/prosedur dan teknik yang digunakan selama proses pembelajaran berlangsung. Dengan kata lain, strategi pembelajaran mempunyai arti yang lebih luas daripada metode dan teknik. Artinya, metode/prosedur dan teknik pembelajaran merupakan bagian dari strategi pembelajaran.  Dari metode, teknik pembelajaran diturunkan secara aplikatif, nyata, dan praktis di kelas saat pembelajaran berlangsung.
 

Tuesday, March 26, 2013

Hakikat Belajar dan Pembelajaran


a. Hakikat Belajar dan Pembelajaran
Proses belajar adalah proses yang kompleks, tergantung pada teori belajar yang dianutnya. 
  1. Pengertian Belajar dan Pembelajaran
  • Howard L. Kingsley dalam Dantes (1997) mengemukakan bahwa 'belajar adalah suatu proses bukan produk. Proses dimana sifat dan tingkah laku ditimbulkan dan diubah melalui praktek dan latihan‟.
  • Hilgard dalam Nasution (1997:35) mengatakan bahwa belajar adalah „proses melahirkan atau mengubah suatu kegiatan melalui jalan latihan yang dibedakan dari perubahan-perubahan oleh faktor-faktor yang tidak termasuk latihan‟. 
  • Jauhari (2000:75) mengatakan bahwa belajar adalah „proses untuk memperoleh perubahan yang dilakukan secara sadar, aktif, dinamis, sistematis, berkesinambungan, integratif dan bertujuan yang jelas‟.
  • Fontana dalam Khoir (1991) memusatkan belajar dalam tiga hal, yaitu belajar adalah mengubah tingkah laku, perubahan adalah hasil dari pengalaman, dan perubahan terjadi dalam perilaku individu.
Berdasarkan pengertian belajar tersebut dapat ditarik seb uah kesimpulan bahwa Belajar adalah segala proses atau usaha yang dilakukan secara sadar, sengaja, aktif, sistematis dan integratif untuk menciptakan perubahan-perubahan dalam dirinya menuju kearah yang lebih baik, dari yang tidak tahu menjadi tahu.

Skinner dalam Syamsudin (2000) berpendapat bahwa proses belajar melibatkan tiga tahapan yaitu adanya rangsangan, lahirnya perilaku dan adanya penguatan. Munsterberg dan Taylor dalam Nasution (2000:50) mengadakan penelitian ilmiah tentang cara-cara belajar yang baik, dari 517 cara belajar yang baik, ada beberapa point yang sangat penting, diantaranya :
a. Keadaan jasmani yang sehat
b. Keadaan sosial dan ekonomi yang stabil
c. Keadaan mental yang optimis
d. Menggunakan waktu yang sebaik-baiknya
e. Membuat catatan

Dalam menuju kesempurnaan hidup, belajar tidak lepas dari keseluruhan aspek pribadi manusia. Ada beberapa macam-macam aktifitas dalam belajar yang perlu diperhatikan, 
yaitu :
  1. Menggunakan panca indra untuk mengindra dan mengamati yang merupakan kegiatan belajar yang paling mendasar dan telah dilakukan sejak awal kehidupan manusia.
  2. Membaca merupakan kegiatan belajar yang paling penting dan utama dalam belajar.
  3. Mencatat dan menulis point-point penting dari yang telah diamati dan dibaca sangat diperlukan untuk memperkuat ingatan dan mudah direproduksi kembali.
  4. Mengingat dan menghafal adalah cara mudah untuk menyimpan kesan-kesan dalam memori.
  5. Berfikir dan berimajinasi akan mampu melahirkan banyak karya yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.
  6. Bertanya dan berkonsultasi tentang sesuatu yang belum diketahui merupakan kegiatan belajar yang harus dibiasakan.
  7. Latihan dan mempraktekan sesuatu yang telah dipelajari akan mampu menciptakan perubahan dalam dirinya.
  8. Menghayati pengalaman, karena pengalaman adalah guru terbaik
b. Keberhasilan Belajar dan Pembelajaran
Belajar merupakan peningkatan dan perubahan kemampuan kognitif, apektif, dan psikomotorik kearah yang lebih baik lagi. Keberhasilan belajar siswa merupakan akibat dari tindakan dari sebuah pembelajaran yang tidak lepas dari peran aktif guru dan siswa itu sendiri dalam melaksanakan proses pembelajaran. Dimyati dan Mujiono dalam Sukaesih (2002:22) mengenai rekayasa pembelajaran menyebutkan bahwa :
  • Guru melakukan rekayasa pembelajaran yang dilakukan berdasarkan kurikulum yang berlaku.
  • Siswa harus mempunyai kepribadian, pengalaman, dan tujuan
  • Guru menyusun desain intruksional untuk membelajarkan siswa.
  • Guru menyediakan kegiatan belajar mengajar siswa.
  • Guru mengajar di kelas dengan maksud membelajarkan siswa dengan menggunakan asas pendidikan dan teori belajar.
  • Siswa mengalami proses belajar dalam meningkatkan kemampuannya.
  • Dari suatu proses belajar siswa suatu hasil belajar.
Dengan belajar, seharusnya siswa dapat berubah menjadi lebih baik. Perubahan-perubahan yang terjadi dari hasil belajar harus mengacu kepada kesadaran, niat, tujuan belajar, berlangsung secara terus menerus dan menimbulkan perubahan positif dalam moralitas, mental, pengetahuan, dan keterampilan siswa (Jauhari, 2000:78). Hal itu akan terwujud bila didukung oleh empat hal, yaitu :
  1. Memiliki kemauan dan kesiapan untuk belajar. Hal ini berkaitan dengan niat dan motivasi siswa.
  2. Adanya keinginan untuk berprstasi. Hal ini berkaitan dengan semangat dan etos belajar siswa.
  3. Memiliki kemampuan dan tradisi intelektual positif yang berkaitan dengan kecerdasan, sikap, dan perilaku dalam belajar.
  4. Berusaha menciptakan suasana belajar yang kondusif, yang berhubungan dengan kondisi fisik dan psikis.
Keberhasilan belajar siswa dipengaruhi oleh unsur-unsur belajar, baik unsur luar maupun unsur dalam. Unsur-unsur tersebut adalah:
a. Unsur luar
  • Lingkungan alami seperti keadaan suhu, kelembapan udara berpengaruh dalam proses dan hasil belajar.
  • Lingkungan social baik yang berwujud manusia maupun yang lainnya berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar.
  • Instrumental yang terdiri dari kurikulum, program, sarana dan prasaran, serta guru sebagai pendidik.
b. Unsur dalam ( kondisi individu )
1) Kondisi fisiologis dan panca indra terutama pendengaran dan penglihatan.
2) Kondisi psikologis yang terdiri atas minat, kecerdasan, bakat, motivasi, dan keterampilan kognitif. (Nasution,1994)

Pengertian dan Unsur Puisi

Secara etimologis istilah puisi berasal dari kata bahasa Yunani poesis, yang berarti membangun, membentuk, membuat, menciptakan. Sedangkan kata poet dalam tradisi Yunani Kuno berarti orang yang mencipta melalui imajinasinya, orang yang hampir-hampir menyerupai dewa atau yang amat suka kepada dewa-dewa. Dia adalah orang yang berpenglihatan tajam, orang suci, yang sekaligus merupakan filsuf, negarawan, guru, orang yang dapat menebak kebenaran yang tersembunyi.

Menurut Kamus Istilah Sastra (Sudjiman, 1984), puisi merupakan ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait.

Watt-Dunton (Situmorang, 1980:9) mengatakan bahwa puisi adalah ekpresi yang kongkret dan yang bersifat artistik dari pikiran manusia dalam bahasa emosional dan berirama.

Carlyle mengemukakan bahwa puisi adalah pemikiran yang bersifat musikal, kata-katanya disusun sedemikian rupa, sehingga menonjolkan rangkaian bunyi yang merdu seperti musik.

Samuel Taylor Coleridge mengemukakan puisi itu adalah kata-kata yang terindah dalam susunan terindah.

Ralph Waldo Emerson (Situmorang, 1980:8) mengatakan bahwa puisi mengajarkan sebanyak mungkin dengan kata-kata sesedikit mungkin.

Putu Arya Tirtawirya (1980:9) mengatakan bahwa puisi merupakan ungkapan secara implisit dan samar, dengan makna yang tersirat, di mana kata-katanya condong pada makna konotatif.

Herman J. Waluyo mendefinisikan bahwa puisi adalah bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan mengonsentrasikan semua kekuatan bahasa dengan pengonsentrasian struktur fisik dan struktur batinnya.

Ada juga yang mengatakan bahwa puisi adalah bentuk karya sastra yang mengekspresikan secara padat pemikiran dan perasaan penyairnya, digubah dalam wujud dan bahasa yang paling berkesan.

Berdasarkan beberapa pengertian diatas maka dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa puisi adalah sebuah karya sastra yang diciptakan untuk mewakili pikiran dan perasaan secara imajinatif yang memiliki makna tersirat.
 
Perbedaan Puisi dan Prosa
Slametmulyana (1956:112) mengatakan bahwa ada perbedaan pokok antara prosa dan puisi. Pertama, kesatuan prosa yang pokok adalah kesatuan sintaksis, sedangkan kesatuan puisi adalah kesatuan akustis. Kedua, puisi terdiri dari kesatuan-kesatuan yang disebut baris sajak, sedangkan dalam prosa kesatuannya disebut paragraf. Ketiga, di dalam baris sajak ada periodisitas dari mula sampai akhir.

Pendapat lain mengatakan bahwa perbedaan prosa dan puisi bukan pada bahannya, melainkan pada perbedaan aktivitas kejiwaan. Puisi merupakan hasil aktivitas pemadatan, yaitu proses penciptaan dengan cara menangkap kesan-kesan lalu memadatkannya (kondensasi). Prosa merupakan aktivitas konstruktif, yaitu proses penciptaan dengan cara menyebarkan kesan-kesan dari ingatan (Djoko Pradopo, 1987).

Perbedaan lain terdapat pada sifat. Puisi merupakan aktivitas yang bersifat pencurahan jiwa yang padat, bersifat sugestif dan asosiatif. Sedangkan prosa merupakan aktivitas yang bersifat naratif, menguraikan, dan informatif (Pradopo, 1987)

Perbedaan lain yaitu puisi menyatakan sesuatu secara tidak langsung, sedangkan prosa menyatakan sesuatu secara langsung.

Unsur-unsur Puisi
Secara sederhana, batang tubuh puisi terbentuk dari beberapa unsur, yaitu kata, larik , bait, bunyi, dan makna. Kelima unsur ini saling mempengaruhi keutuhan sebuah puisi. Secara singkat bisa diuraikan sebagai berikut.
  1. Kata adalah unsur utama terbentuknya sebuah puisi. Pemilihan kata (diksi) yang tepat sangat menentukan kesatuan dan keutuhan unsur-unsur yang lain. Kata-kata yang dipilih diformulasi menjadi sebuah larik.
  2. Larik (atau baris) mempunyai pengertian berbeda dengan kalimat dalam prosa. Larik bisa berupa satu kata saja, bisa frase, bisa pula seperti sebuah kalimat. Pada puisi lama, jumlah kata dalam sebuah larik biasanya empat buat, tapi pada puisi baru tak ada batasan.
  3. Bait merupakan kumpulan larik yang tersusun harmonis. Pada bait inilah biasanya ada kesatuan makna. Pada puisi lama, jumlah larik dalam sebuah bait biasanya empat buah, tetapi pada puisi baru tidak dibatasi.
  4. Bunyi dibentuk oleh rima dan irama. Rima (persajakan) adalah bunyi-bunyi yang ditimbulkan oleh huruf atau kata-kata dalam larik dan bait. Sedangkan irama (ritme) adalah pergantian tinggi rendah, panjang pendek, dan keras lembut ucapan bunyi. Timbulnya irama disebabkan oleh perulangan bunyi secara berturut-turut dan bervariasi (misalnya karena adanya rima, perulangan kata, perulangan bait), tekanan-tekanan kata yang bergantian keras lemahnya (karena sifat-sifat konsonan dan vokal), atau panjang pendek kata. Dari sini dapat dipahami bahwa rima adalah salah satu unsur pembentuk irama, namun irama tidak hanya dibentuk oleh rima. Baik rima maupun irama inilah yang menciptakan efek musikalisasi pada puisi, yang membuat puisi menjadi indah dan enak didengar meskipun tanpa dilagukan.
  5. Makna adalah unsur tujuan dari pemilihan kata, pembentukan larik dan bait. Makna bisa menjadi isi dan pesan dari puisi tersebut. Melalui makna inilah misi penulis puisi disampaikan.
Adapun secara lebih detail, unsur-unsur puisi bisa dibedakan menjadi dua struktur, yaitu struktur batin dan struktur fisik. Struktur batin puisi, atau sering pula disebut sebagai hakikat puisi, meliputi hal-hal sebagai berikut.
  1. Tema/makna (sense); media puisi adalah bahasa. Tataran bahasa adalah hubungan tanda dengan makna, maka puisi harus bermakna, baik makna tiap kata, baris, bait, maupun makna keseluruhan.
  2. Rasa (feeling), yaitu sikap penyair terhadap pokok permasalahan yang terdapat dalam puisinya. Pengungkapan tema dan rasa erat kaitannya dengan latar belakang sosial dan psikologi penyair, misalnya latar belakang pendidikan, agama, jenis kelamin, kelas sosial, kedudukan dalam masyarakat, usia, pengalaman sosiologis dan psikologis, dan pengetahuan. Kedalaman pengungkapan tema dan ketepatan dalam menyikapi suatu masalah tidak bergantung pada kemampuan penyairmemilih kata-kata, rima, gaya bahasa, dan bentuk puisi saja, tetapi lebih banyak bergantung pada wawasan, pengetahuan, pengalaman, dan kepribadian yang terbentuk oleh latar belakang sosiologis dan psikologisnya.
  3. Nada (tone), yaitu sikap penyair terhadap pembacanya. Nada juga berhubungan dengan tema dan rasa. Penyair dapat menyampaikan tema dengan nada menggurui, mendikte, bekerja sama dengan pembaca untuk memecahkan masalah, menyerahkan masalah begitu saja kepada pembaca, dengan nada sombong, menganggap bodoh dan rendah pembaca, dll.
  4. Amanat/tujuan/maksud (itention); sadar maupun tidak, ada tujuan yang mendorong penyair menciptakan puisi. Tujuan tersebut bisa dicari  sebelum penyair menciptakan puisi, maupun dapat ditemui dalam puisinya.
Sedangkan struktur fisik puisi, atau terkadang disebut pula metode puisi, adalah sarana-sarana yang digunakan oleh penyair untuk mengungkapkan hakikat puisi. Struktur fisik puisi meliputi hal-hal sebagai berikut.

  1. Perwajahan puisi (tipografi), yaitu bentuk puisi seperti halaman yang tidak dipenuhi kata-kata, tepi kanan-kiri, pengaturan barisnya, hingga baris puisi yang tidak selalu dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. Hal-hal tersebut sangat menentukan pemaknaan terhadap puisi.
  2. Diksi, yaitu pemilihan kata-kata yang dilakukan oleh penyair dalam puisinya. Karena puisi adalah bentuk karya sastra yang sedikit kata-kata dapat mengungkapkan banyak hal, maka kata-katanya harus dipilih secermat mungkin. Pemilihan kata-kata dalam puisi erat kaitannya dengan makna, keselarasan bunyi, dan urutan kata.
  3. Imaji, yaitu kata atau susunan kata-kata yang dapat mengungkapkan pengalaman indrawi, seperti penglihatan, pendengaran, dan perasaan. Imaji dapat dibagi menjadi tiga, yaitu imaji suara (auditif), imaji penglihatan (visual), dan imaji raba atau sentuh (imaji taktil). Imaji dapat mengakibatkan pembaca seakan-akan melihat, mendengar, dan merasakan seperti apa yang dialami penyair.
  4. Kata kongkret, yaitu kata yang dapat ditangkap dengan indera yang memungkinkan munculnya imaji. Kata-kata ini berhubungan dengan kiasan atau lambang. Misal kata kongkret “salju: melambangkan kebekuan cinta, kehampaan hidup, dll, sedangkan kata kongkret “rawa-rawa” dapat melambangkan tempat kotor, tempat hidup, bumi, kehidupan, dll.
  5. Bahasa figuratif, yaitu bahasa berkias yang dapat menghidupkan/meningkatkan efek dan menimbulkan konotasi tertentu (Soedjito, 1986:128). Bahasa figuratif menyebabkan puisi menjadi prismatis, artinya memancarkan banyak makna atau kaya akan makna (Waluyo, 1987:83). Bahasa figuratif disebut juga majas. Adapaun macam-amcam majas antara lain metafora, simile, personifikasi, litotes, ironi, sinekdoke, eufemisme, repetisi, anafora, pleonasme, antitesis, alusio, klimaks, antiklimaks, satire, pars pro toto, totem pro parte, hingga paradoks.
  6. Versifikasi, yaitu menyangkut rima, ritme, dan metrum. Rima adalah persamaan bunyi pada puisi, baik di awal, tengah, dan akhir baris puisi. Rima mencakup (1) onomatope (tiruan terhadap bunyi, misal /ng/ yang memberikan efek magis pada puisi Sutadji C.B.), (2) bentuk intern pola bunyi (aliterasi, asonansi, persamaan akhir, persamaan awal, sajak berselang, sajak berparuh, sajak penuh, repetisi bunyi [kata], dan sebagainya [Waluyo, 187:92]), dan (3) pengulangan kata/ungkapan. Ritma adalah tinggi rendah, panjang pendek, keras lemahnya bunyi. Ritma sangat menonjol dalam pembacaan puisi.

Album






Monday, March 25, 2013

Organisasi Di Bawah Naungan PBB

 PBB merupakan suatu wadah bagi negara-negara di dunia untuk menyelesaikan suatu permasalahan internasional. Banyak organisasi yang bernaung dibawah PBB. Nah, berikut akan saya sampaikan beberapa organisasi  yang dalam PBB.
http://www.antarasumbar.com/id/foto/berita/140313080004_pbb_new_yorkcflickr_md111.jpg
  1. FAO (Food and Agriculture Organization). Badan ini mengurusi usaha-usaha untuk mengatasi masalah kelaparan.
  2. IAEA (International Atomic Energy Agency). Badan ini mengurusi masalah yang berhubungan dengan energi nuklir.
  3. ILO (International Labour Organization). Organisasi yang membawahi masalah buruh dan pekerjaan.
  4. IMO (International Maritime Organization).  Organisasi yang membawahi masalah kelautan.
  5. UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization). Organisasi ini membawahi masalah pendidikan dan kebudayaan.
  6. WHO (World Health Organization) adalah badan yang mengurusi masalah kesehatan dunia.
  7. IMF (International Monetary Fund) adalah badan keuangan dunia.
  8. WFP (World Food Programme) adalah badan dunia yang membantu menyediakan makanan bagi mereka yang kekuarangan makanan.
Itulah beberapa organisasi PBB yang mengurusi bidang-bidang tertentu.

Terdapat Air di Mars

Mesin penjelajah Mars milik NASA , Curiosity, kembali menyuguhkan informasi baru. Dengan peralatan buatan Rusia, Dynamic Albedo of Neutrons (DAN), Curiosity menemukan bukti adanya hidrogen di Mars yang bisa menjadi petunjuk adanya air. Deteksi akan keberadaan hidrogen tersebut diperoleh dalam penjelajahan Curiosity di daerah yang sangat kering di Mars. Dalam penjelajahannya, mesin itu mendeteksi kebanyakan hidrogen berada dalam bentuk molekul air (H2O) yang berikatan dengan mineral.

"Kami melihat variasi sinyal di sepanjang lintasan dari tempat pendaratan menuju Teluk Yellowknife," kata Maxim Litvak dari Space Research Institute Moscow yang juga DAN Deputy Principal Investigator.  Lebih banyak air terdeteksi di Teluk Yellowknife dari pada lokasi sebelumnya. Meski demikian, di Teluk Yellowknife kami juga melihat adanya perbedaan yang signifikan.

Tim peneliti juga menjelaskan bahwa mereka menemukan indikasi bahwa proses lingkungan basah yang memproduksi tanah liat (clay) di Teluk Yellowknife terjadi tanpa membuat banyak perubahan pada campuran elemen kimia yang ada saat ini.

Komposisi elemen dari batuan permukaan yang digali oleh Curiosity cocok dengan komposisi batuan basal. Batuan yang digali mengandung proporsi elemen penyusun, seperti silikon, aluminum, magnesium, dan besi yang menyerupai komposisi batuan basal.

"Komposisi unsur dalam batuan di Yellowknife tidak berubah banyak oleh perubahan mineral," kata anggota tim peneliti lain misi ini, Mariek Schmidt, dari Brock University di Kanada.

"Setelah membersihkan debu, kami mendapat hasil analisis yang menunjukkan kalau klasifikasi batuan di sana adalah batuan dengan komposisi seperti batuan basal," jelasnya.

Sebelum debu yang melekat di batuan dibersihkan, peneliti sempat kebingungan karena komposisi debu tersebut. Berdasarkan hasil analisis instrumen Alpha Particle X-ray Spectrometer (APXS), komposisi unsurnya kurang sesuai untuk dikategorikan sebagai batuan basal karena ada sulfur.

Namun, setelah debu tersebut dibersihkan oleh Curiosity menggunakan sikat, APXS melihat tidak terlalu banyak sulfur di batuan tersebut. Hal ini yang mengindikasikan kalau batuan itu memiliki komposisi unsur yang serupa dengan batuan basal.

Peneliti menduga, batu-batuan dasar di Yellowknife terbentuk ketika batuan basal original hancur menjadi pecahan, kemudian mengalami perpindahan dan terkumpulkan kembali sebagai partikel sedimen dan berubah secara mineral ketika terkena air.

Sunday, March 24, 2013

Program Bimbingan Karir



Pekerjaan (occupation, vocation, career) merupakan salah satu aspek terpenting dalam kehidupan manusia dewasa yang sehat, di mana pun dan kapan pun mereka berada. Betapa orang akan merasa sangat susah dan gelisah jika tidak memiliki pekerjaan yang jelas, apalagi kalau sampai menjadi penganggur. Demikian pula banyak orang yang mengalami stres dan frustrasi dalam hidup ini karena masalah pekerjaan. Penelitian Levinson (dalam Isaacson, 1985) menunjukkan bahwa komponen terpenting dari kehidupan manusia dewasa adalah keluarga dan pekerjaan. Dua komponen tersebut sangat menentukan kebahagian hidup manusia, sehingga tidak mengherankan jika masalah pekerjaan dan keluarga praktis menyita seluruh perhatian, energi, dan waktu orang dewasa.

A.    Pengertian Bimbingan Karir
Menurut Winkel (2005:114) Bimbingan karir adalah bimbingan dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja, dalam memilih lapangan kerja atau jabatan /profesi tertentu serta membekali diri supaya siap memangku jabatan itu, dan dalam menyesuaikan diri dengan berbagai tuntutan dari lapangan pekerjaan yang dimasuki. Bimbingan karir juga dapat dipakai sebagai sarana pemenuhan kebutuhan perkembangan peserta didik yang harus dilihat sebagai bagaian integral dari program pendidikan yang diintegrasikan dalam setiap pengalaman belajar bidang studi.

Menurut Marsudi (2003:113) Bimbingan karir adalah  suatu perangkat, lebih tepatnya suatu program yang sistematik, proses, teknik, atau layanan yang dimaksudkan untuk membantu individu memahami dan berbuat atas dasar pengenalan diri dan pengenalan kesempatan-kesempatan dalam pekerjaan, pendidikan, dan waktu luang, serta mengembangkan ketrampilan-ketrampilan mengambil keputusan sehingga yang bersangkutan dapat menciptakan dan mengelola perkembangan karirnya.
Menurut National Vocational Guidance Association (NVGA) Tahun 1973 Bimbingan karier diartikan sebagai proses membantu dalam memilih pekerjaan, mempersiapkan, memasuki dan memperoleh kemajuan di dalamnya (Herr and Cramer, 1979: 6).

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa bimbingan karier merupakan suatu proses bantuan, layanan, pendekatan terhadap individu agar dapat mengenal dan memahami dirinya, mengenal dunia kerja, merencanakan masa depan yang sesuai dengan bentuk kehidupan yang diharapkannya, mampu menentukan dan mengambil keputusan secara tepat dan bertanggung jawab atas keputusan yang diambilnya itu sehingga mampu mewujudkan dirinya secara bermakna.

Menurut Herr dan Cramer (dalam Isaacson, 1985) pekerjaan memiliki peran yang sangat besar dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia, terutama kebutuhan ekonomis, sosial, dan psikologis. Secara ekonomis orang yang bekerja akan memperoleh penghasilan/uang yang bisa digunakan untuk membeli barang dan jasa guna mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Secara sosial orang yang memiliki pekerjaan akan lebih dihargai oleh masyarakat daripada orang yang menganggur. Secara sosial orang yang bekerja mendapat status sosial yang lebih terhormat dari pada yang tidak bekerja. Lebih jauh lagi orang yang memiliki pekerjaan secara psikologis akan meningkatkan harga diri dan kompetensi diri. Pekerjaan juga dapat menjadi wahana yang subur untuk mengaktualisasikan segala potensi yang dimiliki individu.

Pekerjaan tidak serta merta merupakan karier. Kata pekerjaan (work, job, employment) menunjuk pada setiap kegiatan yang menghasilkan barang atau jasa (Isaacson, 1985); sedangkan kata karier (career) lebih menunjuk pada pekerjaan atau jabatan yang ditekuni dan diyakini sebagai panggilan hidup, yang meresapi seluruh alam pikiran dan perasaan seseorang, serta mewarnai seluruh gaya hidupnya (Winkel, 1991). Maka dari itu pemilihan karier lebih memerlukan persiapan dan perencanaan yang matang dari pada kalau sekedar mendapat pekerjaan yang sifatnya sementara waktu. Mengingat betapa pentingnya masalah karier dalam kehidupan manusia, maka sejak dini anak perlu dipersiapkan dan dibantu untuk merencanakan hari depan yang lebih cerah, dengan cara memberikan pendidikan dan bimbingan karier yang berkelanjutan.

B.     Landasan teori bimbingan karir
1.      Teori Perkembangan Jabatan Donald Super
Teori lain yang memandang pilihan karier sebagai bentuk perkembangan adalah dari Donald Super. Teori ini dasarnya adalah bahwa kerja itu penwujudan konsep diri. Artinya orang mempunyai konsep diri dan dia berusaha menerapkan konsep diri itu dengan memilih pekerjaan, hal yang menurut orang tersebut paling memungkinkannya berekspresi diri. Menurut paham ini, pilihan karier adalah soal mencocokkan (matching). Di dalam irama hidup orang, terjadi perubahan-perubahan dan ini berpengaruh pada usahanya untuk mewujudkan konsep diri itu. Teori perkembangan menerima teori matching (teori konsep diri), tetapi memandang bahwa pilihan kerja itu bukan peristiwa yang sekali terjadi dalam hidup seseorang (misalnya waktu tamat pendidikan dan mau meninggalkan sekolah). Orang dan situasi lingkungannya itu berkembang, dan keputusan karier itu merupakan rangkaian yang tersusun atas keputusan yang kecil-kecil. 

Pilihan kerja merupakan fungsi tahap perkembangan orang dan prosesnya berlangsung dalam rangka penunaian kegiatan-kegiatan atau tugas-tugas yang dinamakan Super tugas-tugas perkembangan pekerjaan. Tugas-tugas perkembangan itu adalah preferensi pekerjaan (14-18 tahun), spesifikasi preferensi (18-21 tahun), implementasi preferensi (21-25 tahun), stabilisasi di dalam suatu pekerjaan (25 – 35 tahun), dan konsolidasi status dan kemajuan (masa akhir usia 30-an dan pertengahan usia 40-an). Teori Super dinyatakan dalam bentuk proposisi. Pada mulanya, yaitu pada 1953, Super mengenali sepuluh proposisi, kemudian, 1957, bersama Bachrach, itu dikembangkan menjadi dua belas. Proposisi-proposisi itu adalah (Super, 1984):
1.    Orang itu berbeda-beda kemampuan, minat dan kepribadiannya.
2.     Karena sifat-sifat tersebut, orang itu mempunyai kesenangan untuk melakukan sejumlah pkerjaan.
3.  Setiap pekerjaan menghendaki pola kemampuan, minat dan sifat kepribadian yang cukup luas, sehingga bagi setiap orang tersedia beragam pekerjaan dan setiap pekerjaan terbuka bagi bermacam-macam orang.
4. Preferensi dan kemampuan vokasional, dan konsep diri orang itu berubah-ubah. Pilihan dan penyesuaian merupakan proses yang berkelanjutan.
5. Orang mengalami proses perubahan melalui tahap-tahap pertumbuhan (Growth), eksplorasi, kemapanan (establishment), pemeliharaan (maintenance), dan kemunduran (decline).

Menurut Super perkembangan karier manusia dapat dibagi menjadi 5 (lima) fase, yaitu:
1.    Fase pengembangan (Growth) yang meliputi masa kecil sampai usia 15 tahun. Dalam fase ini anak mengembangkan bakat-bakat, minat, kebutuhan, dan potensi, yang akhirnya dipadukan dalam struktur konsep diri (self-concept structure)
2.   Fase eksplorasi (exploration) antara umur 16-24 tahun, di mana saat ini remaja mulai memikirkan beberapa alternatif pekerjaan tetapi belum mengambil keputusan yang mengikat
3.   Fase pemantaban (establishment), antara umur 25 – 44 tahun. Pada fase ini remaja sudah memilih karier tertentu dan mendapatkan berbagai pengalaman positif maupun negatif dari pekerjaannya. Dengan pengalaman yang diperoleh ia lalu bisa menentukan apakah ia akan terus dengan karier yang telah dijalani atau berubah haluan.
4.  Fase pembinaan (maintenance) antara umur 44 – 65 tahun, di mana orang sudah mantab dengan pekerjaannya dan memeliharanya agar dia bertekun sampai akhir
5.   Fase kemunduran (decline), masa sesudah pensiun atau melepaskan jabatan tertentu. Dalam fase ini orang membebaskan diri dari dunia kerja formal.
Tahap-tahap kehidupan tersebut disebut “daur besar” (maxycycle). Orang mengalami juga daur yang lebih kecil ketika dalam peralihan dari satu tahap, ke tahap berikutnya, yaitu waktu terjadi ketakmantapan karier. Keadaan ini menimbulkan pertumbuhan baru, eksplorasi baru, dan perlembagaan baru.
1. Pola karier orang ditentukan oleh taraf sosioekonomi orangtua, kemampuan mental, ciri kepribadian dan oleh tersedianya kesempatan. Yang dimaksud dengan keadaan pola karier ialah tingkat pekerjaan yang dicapai dan bagaimana sekuensi (runtunan), frekuensi (keseringan), dan durasi (lama kelangsungan) pekerjaan-pekerjaan yang masih bersifat uji coba dan yang sudah mantap.
2. Perkembangan orang dalam melewati tahap-tahap dapat dipandu dengan bantuan untuk pematangan kemampuan dan minat dan dengan bantuan untuk melakukan uji realitas (reality testing) serta untuk mengembangkan konsep diri.
3.  Perkembangan karier adalah proses mensintesis dan berbuat kompromi dan pada dasarnya ini adalah soal konsep diri. Kosep diri merupakan hasil interaksi kemampuan bawaan keadaan fisik, kesempatan berperan, dan evaluasi apakah peranan yang dimainkan itu memperoleh persetujuan orang yang lebih tua atau atasan dan teman-teman.
4.      Proses mensintesis atau kompromi antara faktor-faktor individu dan sosial, antara konsep diri dan realitas, adalah proses permainan peranan dalam berbagai latar dan keadaan (pribadi, kelompok, pergaulan, hubungan, kerja).
5.  Penyaluran kemampuan, minat, sifat kepribadian, dan nilai menentukan diperolehnya kepuasan kerja dan kepuasan hidup. Kepuasan juga bergantung pada kemapanan dalam pekerjaan, situasi pekerjaan, dan cara hidup yang memungkinkan orang memainkan peranan yang dinilai cocok dan patut.
6.      Kepuasan yang diperoleh dari pekerjaan itu selaras dengan penerapan konsep diri.
7.  Bekerja dan pekerjaan merupakan titik pusat organisasi kepribadian bagi kebanyakan orang, sedangkan bagi segolongan orang lagi yang menjadi titik pusat adalah hal lain, misalnya pengisian waktu senggang dan kerumahtanggaan.
Dalam perkembangan selanjutnya, melalui studi-studi dan kajian-kajian, dan memperoleh balikan dan kecaman atas teorinya dari sejumlah pakar, Super menyempurnakan teorinya.

2. Tahap-tahap Perkembangan Karier menurut Ginzberg
Menurut Ginzberg, Ginsburg, Axelrad, dan Herma (1951) perkembangan karier dibagi menjadi 3 (tiga) tahap pokok, yaitu:
Ø  Tahap Fantasi : 0 – 11 tahun (masa Sekolah Dasar)
Ø  Tahap Tentatif : 12 – 18 tahun (masa Sekolah Menengah)
Ø  Tahap Realistis : 19 – 25 tahun (masa Perguruan Tinggi)
Pada tahap fantasi anak sering kali menyebutkan cita-cita mereka kelak kalau sudah besar, misalnya ingin menjadi dokter, ingin menjadi petani, pilot pesawat, guru, tentara, dll. Mereka juga senang bermain peran (misalnya bermain dokter-dokteran, bermain jadi guru, bermain jadi polisi, dll) sesuai dengan peran-peran yang mereka lihat di lingkungan mereka. Jabatan atau pekerjaan yang mereka inginkan atau perankan pada umumnya masih sangat dipengaruhi oleh lingkungan, misalnya dari TV, video, majalah, atau tontonan maupun tokoh-tokoh yang pernah melintas dalam kehidupan mereka. Maka tidak mengherankan jika pekerjaan ataupun jabatan yang mereka sebut masih jauh dari pertimbangan rasional maupun moral. Mereka memang asal sebut saja pekerjaan yang dirasa menarik saat itu. Dalam hal ini orang tua dan pendidik tidak perlu cemas atau pun gelisah jika suatu ketika anak ternyata menyebut atau menginginkan pekerjaan yang jauh dari harapan orang tua atau pun pendidik. Dalam tahap ini anak belum mampu memilih jenis pekerjaan/jabatan secara rasional dan obyektif, karena mereka belum mengetahui bakat, minat, dan potensi mereka yang sebenarnya. Mereka sekedar berfantasi saja secara bebas, yang sifatnya sama sekali tidak mengikat.

Tahap tentatif dibagi menjadi 4 (empat) sub tahap, yakni sub tahap Minat (Interest), sub tahap Kapasitas (Capacity), sub tahap Nilai (Values) dan sub tahap Transisi (Transition). Pada tahap tentatif anak mulai menyadari bahwa mereka memiliki minat dan kemampuan yang berbeda satu sama lain. Ada yang lebih berminat di bidang seni, sedangkan yang lain lebih berminat di bidang olah raga. Demikian juga mereka mulai sadar bahwa kemampuan mereka juga berbeda satu sama lain. Ada yang lebih mampu dalam bidang matematika, sedang yang lain dalam bidang bahasa, atau lain lagi bidang olah raga.

Pada sub tahap minat (11-12 tahun) anak cenderung malakukan pekerjaan-pekerjaan atau kegiatan-kegiatan hanya yang sesuai dengan minat dan kesukaan mereka saja, sedangkan pada sub tahap kapasitas/kemampuan (13-14 tahun) anak mulai melakukan pekerjaan/kegiatan didasarkan pada kemampuan masing-masing, di samping minat dan kesukaannya. Selanjutnya pada sub tahap nilai (15-16 tahun) anak sudah bisa membedakan mana kegiatan/pekerjaan yang dihargai oleh masyarakat, dan mana yang kurang dihargai, sedangkan pada sub tahap transisi (17-18 tahun) anak sudah mampu memikirkan atau "merencanakan" karier mereka berdasarkan minat, kamampuan dan nilai-nilai yang ingin diperjuangkan.

Pada usia perguruan tinggi (18 tahun ke atas) remaja memasuki tahap realistis, di mana mereka sudah mengenal secara lebih baik minat-minat, kemampuan, dan nilai-nilai yang ingin dikejar. Lebih lagi, mereka juga sudah lebih menyadari berbagai bidang pekerjaan dengan segala konsekuensi dan tuntutannya masing-masing. Oleh sebab itu pada tahap realistis seorang remaja sudah mampu membuat perencanaan karier secara lebih rasional dan obyektif. Tahap realistis dibagi menjadi 3 (tiga) sub-tahap, yakni sub-sub tahap eksplorasi (exploration), kristalisasi (chystallization), dan spesifikasi/penentuan (specification).

Pada sub tahap eksplorasi umumnya remaja mulai menerapkan pilihan-pilihan yang dipikirkan pada tahap tentatif akhir. Mereka menimbang-nimbang beberapa kemungkinan pekerjaan yang mereka anggap sesuai dengan bakat, minat, serta nilai-nilai mereka, namun mereka belum berani mengambil keputusan tentang pekerjaan mana yang paling tepat. Dalam hal ini termasuk di dalamnya masalah memilih sekolah lanjutan yang sekiranya sejalan dengan karier yang akan mereka tekuni. Pada sub tahap berikutnya, yakni tahap kristalisasi, remaja mulai merasa mantap dengan pekerjaan/karier tertentu. Berkat pergaulan yang lebih luas dan kesadaran diri yang lebih mendalam, serta pengetahuan akan dunia kerja yang lebih luas, maka remaja makin terarah pada karier tertentu meskipun belum mengambil keputusan final. Akhirnya, pada sub tahap spesifikasi remaja sudah mampu mengambil keputusan yang jelas tentang karier yang akan dipilihnya. 

Dalam buku edisi revisinya Ginzberg dkk (1972) menegaskan bahwa proses pilihan karier itu terjadi sepanjang hidup manusia, artinya bahwa suatu ketika dimungkinkan orang berubah pikiran. Hal ini berarti bahwa pilihan karier tidaklah terjadi sekali saja dalam hidup manusia. Di samping itu Ginzberg juga menyadari bahwa faktor peluang/kesempatan memegang peranan yang amat penting. Meskipun seorang remaja sudah menentukan pilihan kariernya berdasar minat, bakat, dan nilai yang ia yakini, tetapi kalau peluang/kesempatan untuk bekerja pada bidang itu tertutup karena "tidak ada lowongan", maka karier yang dicita-citakan akhirnya tidak bisa terwujud.

Tokoh lain yang banyak membahas masalah perkembangan kerier adalah Donald Super. Ia menulis banyak buku yang berkaitan dengan pengembangan karier. Beberapa di antaranya adalah The Psychology of Career (1957), dan Career and Life Development (1984). Ia juga menyusun beberapa tes untuk menilai tingkat kematangan vokasional.
Pemaparan dua tokoh di atas, Ginzberg dan Donald Super, memberi petunjuk yang jelas bagi kita bahwa karier adalah permasalahan sepanjang hidup. Maka ada pepatah yang mengatakan bahwa karier itu merupakan persoalan sejak lahir sampai mati 'from the birth unto the death' atau 'from the womb to tomb' (dari kandungan sampai kuburan). Sekarang sampailah pada persoalan pokok, yakni bagaimanakah membantu anak-anak untuk sejak dini merencanakan karier mereka di masa depan?
3.      Program Bimbingan Karier di Sekolah Dasar
Pada tahun 1994 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, melalui Direktorat Pendidikan Dasar, telah menerbitkan buku Pedoman Bimbingan dan Penyuluhan Siswa di Sekolah Dasar dalam rangka pelaksanaan Kurikulum tahun 1994. Dalam buku pedoman itu disebutkan bahwa isi layanan bimbingan di Sekolah Dasar ada tiga, yaitu:
a.       Bimbingan pribadi-sosial
b.      Bimbingan belajar, dan
c.       Bimbingan karier.
Jadi sangat jelas bahwa secara formal dan legal program bimbingan karier harus sudah diberikan sejak usia sekolah dasar. Hal ini sangat sesuai dengan teori perkembangan karier dari Ginzberg maupun Donald Super yang telah dibahas diatas. Lebih jauh dijelaskan secara rinci pada buku Pedoman Bimbingan dan Penyuluhan tersebut mengenai isi bimbingan karier untuk kelas-kelas rendah (kelas 1,2, dan 3) maupun untuk kelas - kelas tinggi (kelas 4,5, dan 6) sebagai berikut:
Isi bimbingan karier untuk kelas-kelas rendah (dikutip dari Pedoman BP-SD, 1994, hal. 16-17)
a.       Mengenalkan perbedaan antar kawan sebaya
b.      Menggambarkan perkembangan diri siswa
c.       Menjelaskan bahwa bekerja itu penting bagi kehidupan sesuai dengan tuntutan lingkungan
d.      Mengenalkan ketrampilan yang dimiliki siswa
e.       Menjelaskan macam-macam pekerjaan yang ada di lingkungan sekolah
f.       Menggambarkan kegiatan setelah tamat SD
g.      Mengenalkan macam-macam pekerjaan yang dilakukan orang dewasa
h.      Mengenalkan kegiatan-kegiatan yang menarik;
i.        Mengenalkan alasan orang memilih suatu pekerjaan, dan bahwa pilihan itu masih dapat berubah
j.        Menjelaskan bahwa kehidupan masa depan dapat direncanakan sejak sekarang
k.      Mengenalkan bahwa seseorang dapat memiliki banyak peran
l.        Menjelaskan bahwa pekerjaan seseorang itu dipengaruhi oleh minat dan kecakapannya,

Isi bimbingan karier untuk kelas-kelas tinggi (dikutip dari Pedoman BP-SD, 1994, hal.19-20)
a.       Menjelaskan manfaat mencontoh orang-orang yang berhasil
b.      Melatih siswa menggambarkan kehidupan di masa yang akan dating
c.       Membimbing diskusi mengenai pekerjaan wanita dan pria
d.      Menjelaskan jenis-jenis ketrampilan yang dikaitkan dengan pekerjaan tertentu
e.       Melatih siswa membayangkan hal-hal yang akan dilakukan pada usia kira-kira 25 tahun kelak
f.       Membimbing siswa tentang macam-macam gaya hidup dan pengaruhnya
g.      Menjelaskan tentang pengaruh nilai yang dianut dalam pengambilan keputusan
h.      Membimbing siswa untuk memperkirakan bahwa meneladan tokoh panutan dapat mempengaruhi karier
i.        Melatih siswa merencanakan pekerjaan apa yang cocok pada masa dewasa
j.        Membimbing siswa berdiskusi tentang pengaruh pekerjaan orang terhadap kehidupan anak
k.      Melatih siswa melihat hubungan antara minat dan kemampuan
l.        Mengenalkan bermacam-macam cara untuk menilai kemajuan prestasi
m.    Mengenalkan macam-macam pekerjaan yang ada di lingkungan sekitar.

Materi bimbingan karier yang disebutkan di atas merupakan sekedar panduan. Guru setempat dapat menggunakannya sebagai acuan yang tetap terbuka untuk disesuaikan dengan situasi kondisi setempat. Sebaiknya contoh-contoh diambil dari lingkungan sekitar yang kongkrit dan mudah ditangkap oleh anak. Materi bimbingan karier sebenarnya dapat disusun sendiri asalkan mempertimbangkan fase-fase perkembangan karier seperti yang dirumuskan oleh Ginzberg dan Donald Super.

4.      Pelaksanaan Bimbingan Karier di Sekolah
Setelah memahami materi bimbingan karier yang harus diberikan di SD, maka langkah selanjutnya adalah menentukan waktu, tempat, teknik, dan sistem penilaian Bimbingan Karier.
Mengenai waktu pelaksaan bimbingan karier dapat diintegrasikan dengan jam-jam pelajaran yang sudah ada, atau pun menyediakan jam khusus untuk keperluan bimbingan karier ini. Untuk tingkat SD kiranya lebih praktis jika bimbingan karier diintegrasikan dengan jam-jam pelajaran yang tersedia. Jika cara ini yang dipilih, maka semua guru kelas dan semua guru bidang studi sekaligus menjadi guru bimbingan karier. Dalam setiap pelajaran yang diberikan, guru dapat menyelipkan berbagai macam hal yang berkaitan dengan pekerjaan/jabatan/karier anak-anak di masa mendatang, disesuaikan dengan tahap perkembangan karier anak. Kalau ada tenaga khusus untuk Bimbingan Karier, maka penyediaan jam khusus akan sangat bermanfaat.
Tempat pelaksanaan bimbingan karier dapat di mana saja, misalnya di dalam kelas, di luar ruangan, atau di tempat kerja yang sesuai dengan topik yang yang dibahas. Penentuan tempat juga bergantung pada fasilitas yang dibutuhkan. Jika dibutuhkan gambar-gambar, film, atau video, barangkali lebih cocok menggunakan ruang audio visual kalau memang ada. Atau jika ingin memperkenalkan pekerjaan di sektor industri, maka pabrik menjadi tempat yang mungkin cocok. Teknik pelaksanaan juga dapat bermacam-macam, secara kelompok atau secara individual, tergantung dari kebutuhan dan tujuan. Dapat juga dengan cara alih tangan (referal), artinya minta bantuan orang lain yang ahli dalam bidangnya untuk memberikan bimbingan karier. Demikian juga metode dan peralatan yang dibutuhkan disesuaikan dengan topik pembicaraan dan tingkat perkembangan anak.
Sistem evaluasi untuk bimbingan karier dapat dilaksanakan dalam berbagai cara, misalnya: mengevaluasi apakah pelaksanaan Bimbingan Karier sudah sesuai dengan yang direncanakan, apakah tujuan tercapai, apakah terjadi perubahan dalam diri siswa, dan lain-lain

Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan diatas maka dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa Pekerjaan merupakan salah satu aspek terpenting dalam kehidupan manusia, maka perlu direncanakan secara matang. Program Bimbingan Karier bertujuan untuk membantu anak dalam merencanakan karier di masa mendatang, agar karier yang dipilih sungguh sesuai dengan bakat, minat, dan nilai-nilai yang dijunjung tinggi. Jika orang memperoleh karier yang tepat, maka hidup orang akhirnya akan bahagia. Dan kebahagiaan adalah tujuan hidup semua orang. Oleh sebab itu bimbingan karier sejak usia dini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari tugas pendidikan.
Perkembangan karir seorang individu terbagi atas 3 tahap, yakni:
Ø  Tahap Fantasi : 0 – 11 tahun (masa Sekolah Dasar)
Dalam tahap ini anak belum mampu memilih jenis pekerjaan/jabatan secara rasional dan obyektif, karena mereka belum mengetahui bakat, minat, dan potensi mereka yang sebenarnya. Mereka sekedar berfantasi saja secara bebas, yang sifatnya sama sekali tidak mengikat.
Ø  Tahap Tentatif : 12 – 18 tahun (masa Sekolah Menengah)
Tahap tentatif dibagi menjadi 4 (empat) sub tahap, yakni sub tahap Minat (Interest), sub tahap Kapasitas (Capacity), sub tahap Nilai (Values) dan sub tahap Transisi (Transition). Pada tahap tentatif anak mulai menyadari bahwa mereka memiliki minat dan kemampuan yang berbeda satu sama lain.
Ø  Tahap Realistis : 19 – 25 tahun (masa Perguruan Tinggi)
pada tahap realistis seorang remaja sudah mampu membuat perencanaan karier secara lebih rasional dan obyektif. Tahap realistis dibagi menjadi 3 (tiga) sub-tahap, yakni sub-sub tahap
1.      Eksplorasi (exploration)
Pada sub tahap eksplorasi umumnya remaja mulai menerapkan pilihan-pilihan yang dipikirkan pada tahap tentatif akhir. Mereka menimbang-nimbang beberapa kemungkinan pekerjaan yang mereka anggap sesuai dengan bakat, minat, serta nilai-nilai mereka, namun mereka belum berani mengambil keputusan tentang pekerjaan mana yang paling tepat.
2.      Kristalisasi (chystallization)
Pada tahap ini remaja mulai merasa mantap dengan pekerjaan/karier tertentu.
3.      Spesifikasi/penentuan (specification).
Tahap spesifikasi remaja sudah mampu mengambil keputusan yang jelas tentang karier yang akan dipilihnya.
Selain dari pada itu dalam pembahasan ini terdapat hal-hal yang menarik untuk dipelajari, yakni tahap-tahap perkembangan karir individu yang sebelumnya belum saya ketahui bahwa karir juga memiliki tahap-tahap perkembangan masing-masing sesuai dengan tingkat usia seseorang. Pembahasan tersebut mampu memberikan sebuah pengetahuan dan dapat dijadikan sebagai bekal mendatang baik untuk keluarga secara pribadi maupun kepada peserta didik. Dengan adanya program bimbingan karir ini tentunya akan mampu menyiapkan individu untuk benar-benar siap dalam memilih pekerjaan sesuai dengan bakat, minat, serta kemampuan individu tersebut, sehingga Janis dan tipe pekerjaan yang mereka pilih memang benar-benar sesuai dengan karakter mereka masing-masing dengan kata lain tidak ada unsur paksaan. Dengan tanpa ada paksaan tersebut otomatis akan membuat mereka lebih aktif dan semangat dalam melakukan pekerjaan yang ditekuninya serta mampu menciptakan sebuah kenyamanan dan kepuasan baik bagi individu secara pribadi maupun orang yang berada disekitar individu tersebut. Maka dari itu pendidikan karir mesti dikembangkan sejak dini pada anak-anak.

Semoga Bermanfaat !!!